Membaca tema Infitah kali ini, saya jadi bertanya-tanya: Apasih arti cantik dan pintar (Smart 'n Smart) yang sebenarnya? Dalam kamus Bahasa Ingris, kata Smart berarti cerdas; pintar; bijak. Sedang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Cerdas berarti sempurna perkembangan akal budinya ( untuk berpikir, mengerti, dsb.). Bijak berarti selalu menggunakan akal budinya; pandai; mahir. Sedangkan pintar berarti pandai; cakap. Dari uraian ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa, orang yang pintar (Smart) adalah orang yang cerdas dalam berpikir, pintar dalm menempatkam (memposisikan) diri, dan bijak dalm mengambil langkah (keputusan) dimanpun, kapanpun, dan dalam keadan bagaimanapun. Itu berarti orang yang pintar (Smart) bukan hanya orang yang mempunyai IQ yang tinggi atau orang yang sering berprestasi.
Namun faktanya, ketika kita mendengar kata pintar, maka yang terbayang di otak kita adalah orang yang mahir (menguasai) ilmu atau pelajaran tertentu. Contoh kongkritnya: pintar MTk, pintar baca kitab, pintar Bahasa Arab, dsb. Bahkan kita akan berdecak kagum sambil berucap: "Wah… orang ini pintar sekali!" ketika kita merlihat atau membaca surat kabar yang memuat berita tentang seseorang yang mendapatkan penghargaan dalam bidang (ilmu) tertentu. Padahal belum tentu orang itu pintar menempatkan diri dalam kehidupan sehari-harinya. Bisa saja dia akan menjadikan kemampuan (kelebihan)nya itu untuk membanggakan diri, baik di depan teman-temannya atau orang sekitarnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan dia akan menjadikan kepintarannya itu sebagai senjata untuk bermanja-ria di depan orang tuanya. Menuntut ini dan itu, yang sebenarnya tak ia butukan (sekedar untuk hura-hura). Lalu, apakah dia masih pantas menyandang predikat orang atau pemuda yang Smart?
Kata Smart yang ke-dua, yang berarti cantik. Saya jadi teringat percakapan saya dengan kakak angkat saya lewat SMS beberapa minggu yang lalu.
Menurut Kakak, kenapa kecantikan itu lebih menarik bagi laki-laki dari pada kepintaran?
Menurut Kakak pribadi, kecantikan itu bukan harga mati. Walaupun kecantikan menjadi bagian dari pilihan, tapi bukan hal mudah untuk menentukan. Karena cantik itu relatif. Teringat kata orang bijak; cantik menurut nafsu itu rupa, cantik menurut akal itu kecerdasan dan kepintaran, cantik menutut hati adalah kebaikan akhlaq…
Owh… gitu ya… kalo menurutku, kecantikan lebih menarik bagi laki-laki dari pada kepintaran, karena di dunia ini lebih banyak laki-laki yang buta dari pada yang bodoh. He…
Benar juga ya… Tapi kajiannya harus lebih menukik dong… Menurut Kakak, itu karena kebanyakan laki-laki lebih mengedepankan nafsu dari pada hati…
Dari jawaban SMS di atas, saya berkesimpulan bahwa kecantikan bagi sebagian atau bahkan keseluruhan laki-laki adalah keelokan atau kemolekan wajah atau tubuh seorang perempuan. Itu berarti laki-laki cendrung mengartikan kata cantik secara harfiah saja. Karena dalam KBBI-pun juga seperti itu, arti cantik adalah elok; molek.
Ironisnya, bukan hanya laki-laki yang mengartikan cantik secara harfiah saja. Pandangan masyarakatpun juga mengharuskan seorang perempuan untuk selalu tampil cantik. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa, kecantikan lahiriyah itu sangat penting bagi perempuan, karena yang dilihat dan diingat ketika pertama kali bertemu dengan seseorang adalah wajahnya (cantik atau tidak). Sebagian lagi berpendapat bahwa, kecantikan batiniyah (Innerbeuaty)yang mencakup kecantikan hati, prilaku, sifat dan lain sebagainya__itu lebih penting bagi seorang perempuan. Karena secantik apapun seorang perempuan itu tidak ada artinya jika bererangai jelek. Hal itu terkait dengan hadist nabi yang menyatakan bahwa, kalau kita ingin menilai seseorang, janganlah melihat dari segi pakaian yang dikenakanya. Tapi lihatlah bagimana akhlaqnya.
Diakui atau tidak, para perempuan seringkali tersihir dengan dua hal di atas (cantik lahiriyah dan batiniyah). Hingga terkadang dia akan mati-matian berdandan secantik dan serapi mungkin. Memakai berbagai bedak dan parfum serta bersikap sok sopan dan anggun. Agar mereka laris dipasaran. Padahal kecantikan dalam (Inner beauty) bukanlah sikap yang hanya didasari acting demi menarik perhatian belaka. Walaupun tak dapat dipungkiri, penampilan memang penting agar seorang perempuan terlihat rapi, cantik , dan menarik. Tapi yang dimaksud Inner beauty di sini adalah sikap yang berasal dari kesucian hati dan kemurnian jiwa. Itualah Inner beuaty yang sebenarnya. Bukan hanya topeng belaka. Bukan sekedar sikap manis ketika pertama kali berjumpa dan baru berkenalan, tapi setelah beberapa bulan sikap aslinya yang akan keluar dan nampak ke permukaan. Sikap manis dan sopan santun hanya dijadikan ‘salam’ perkenalan saja agar orang beranggapan bahwa dia adalah orang yang santun dan berbudi. Padahal bukan begitu seharusnya.
Satu hal yang harus digaris bawahi oleh kita bersama bahwa, kecantikan yang sebenarnya (Inner beauty) akan terpancar dari hati yang bening. Bukan dari jiwa yang hampa dan kososng. Oleh karenanya hati yang bening tak bisa digantikan oleh harta kekayaan, keelokan wajah dan tubuh, kedudukan, prestasi dan sebaginya. Seperti kata guru ngaji saya di rumah:
"Menurut saya, kecantikan itu adalah kebaikan budi yang terpancar dari kebeningan hati. Mendapatkan pasangan atau pun calon pasangan yang cantik, bukanlah suatu kebanggaan. Karena perempuan yang cantik itu banyak godaannya (laki-laki yang menggodanya). Jadi kalau kecantikan itu tidak dibarengi dengan kecantikan dan kebeningan hati, bisa saja dia akan tergoda untuk melayani dan memberikan hati atau tangan bahkan tubuhnya pada laki-laki yang menggodanya. Kalau begitu kenyataannya, apa bedanya dengan kita membeli sampah (bekas orang) yang dibungkus dengan rapi kembali (dengan kecantikannya). Jadi berhati-hatilah mencari pendamping hidup. Apalagi dijaman yang seperti sekarang ini."
Dari itu, marilah kita sebagai generasi muda__terutama yang berpredikat santri__agar benar-benar berusaha untuk menjadi remaja yang Smart ‘n Smart, dalam artian remaja yang cerdas dalam berpikir, pintar dalam menempatkam (memposisikan) diri, dan bijak dalam mengambil langkah (keputusan). Serta menjadi remaja yang ‘cantik’. Yaitu remaja yang senantiasa berbusana dengan akhlaq yang mulia (seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saw). Berdandan dengan bedak iman, dan berlipstik dengan lipstik kejujuran. Semoga kita benar-benar menjadi remaja yang Smart 'n Smart. Amien…
Rabu, 27 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar