Jumat, 13 Agustus 2010

Otak Antara Keyakinan, Keinginan, dan Kemampuan

Judul buku: Menjaga Otak Anda Agar tetap Hidup!
Pengarang: Lawrence C. dan Manning R.
Penerbit: Think, Jogjakarta
Tebal Buku: 182 halaman 
Tahun Terbit: Januari, 2009
Coba kita perhatikan tubuh kita baik-baik. Semuanya sangat sempurna dibandingkan makhluk Allah yang lain. Kita punya dua kaki agar bisa berjalan dengan tegak, punya jemari agar bisa menggenggam dengan mudah, punya mata untuk menatap sesuatu tanpa harus mengatur focus, punya mulut untuk berbicara dengan kendali volume tanpa storing. , punya telinga untuk mendengar dengan baik dan jelas. Dan kita sebagai manusia juag mempunyai sifat mendasar yang sama, yaitu; menyukai keindahan, ketentraman , ketenangan, dan kebahagiaan. Bahkan yang paling dahsyat dan mencengangkan, ternyata dalam tubuh kita terdapat sebuah mesin pengatur yang sangat canggih. Bahakan lebih canggih dari computer tercanggih di seluruh dunia. Dialah otak.
Otak merupakan suatu organ pengontrol utama tubuh, yang terletak di kepala dan dilindungi oleh tengkorak. Terapung di cairan serebospinal yang memberikan perlindungan ekstra, karena cairan ini bisa menstabilkan getaran. Otak manusia adalah organ tubuh yang memiliki peluang dan kesempatan tak terhingga. Ia memiliki hampir semiliar sel dan dia dapat menyimpan data sebanyak-banyaknya tanpa takut akan terkena firus. Otak mempunyai kapasitas penyimpanan sampai 180 quintillion bit (28.000.000.000.000.000.000). coba kita bayangkan berapa hardisk yang terpasang di kepala kita. Jadi kita jangan pernah meremehkannya.
Realitanya, selama ini banyak yang beranggapan bahwa kecerdasan kita itu memang bawaan dari lahir atau dari gen. Sehingga tak jarang kita mendengar kata-kata; “ Wah… itu mah memang dari sononya pinter. Lihat aja tuh bapak, ibunya,” ketika ada salah satu atau beberapa teman kita memebicarakan tentang kepintaran dan prestasi yang diraih oleh teman yang lain. Bahkan, yang lebih parah lagi mengakarnya anggapan bahwa, semakin tua umur kita, maka semakin menurunlah fungsi atau daya ingat otaknya. Hal itu telah membuat kita ragu untuk melakukan sesuatu demi mencapai keinginan kita. Padahal seandainya kita mau menfungsikan otak secara maksimal, maka otak kita bisa menjadi komputer tercanggih diseluruh dunia. Tinggal bagaimana cara kita mengaplikasikan komputer yang ada di otak kita. Nah, yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana cara kita menghilangkan prasangka atau keyakinan yang berbau negative (salah) di otak kita?
Hal ini (keyakinan yang negative) kalua hanya dipikir sepintas lalu saja bukan masalah yang berat, bahkan termasuk sepele. Tapi ternyata hal yang kita anggap sepele itulah yang terkadang berdampak besar. Seperti anggapan bahwa kecerdasan itu adalah warisan nenek bapak ibu kita (genetic). Jadi kita yang hanya punya prestasi pas-pasan di kelas tak mungkin punya potensi untuk menjadi rengking kelas, apalagi jadi siswa percontohan (teladan). Nah, ketika ada pandangan seperti itulah , maka otak akan berprogram menjadi seperti yang ada dalam pikiran atau keyakinan kita. Hal itu tak lain karena otak kita dirancang oleh Allah SWT. Sebagai mekanisme sukses. Padahal, semua tergantung pada kemauan kita. Kalau kita yakin dan punya keinginan untuk sukses, maka dengan sendirinya kita akan semangat dalam berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dan pada saat itulah fungsi otak dan daya tampung dan semua potens otak yang lain dapat berkantaminasi, sehingga apa yang diyakini dalam otak kita akan mudah untuk dicapai. 
Lalu pertanyaannya, bagaimana metode menjaga kualitas dan kekuatan otak manusia yang berusia panjang? Bagaimana pula cara membuat otak terus hidup dan bekerja optimal? Dan apakah kecerdasan kita itu memang bawaan dari lahir?
Buku Menjaga Otak Anda tetap Hidup!, ini akan menjawab semua pertanyaan di atas. Dalam buku tipis ini, Lawrence C. dan Manning R. telah menjelaskan secara detail tentang bagaimana cara kita menjaga otak agar tetap bugar dengan menggunakan neurobik. Neurobik adalah sebuah program yang didasarkan pada ilmu pengetahuan yang membantu kita mengubah tingkah laku dengan memperkenalkan hal-hal yang tidak terduga pada otak kita dan mendapatkan bantuan dari semua indra kita dalam menjalani hari (hal.50). 
Buku Menjaga Otak Anda Agar tetap Hidup! ini, memberikan arahan bagaimana kita melatih otak agar semakin cerdas dengan menfungsikan kegiatan yang biasa kita lakukan setiap hari agar menjadi kegiatan yang dapat menambah fungsi otak. Jadi tak usah takut pikun, karena di dalam buku ini sudah ada cara gampang agar otak kita tetap segar meski dalam usia tua. Para ilmuan telah menemukan metode jitu bagaimana kita mempertahankan kesehatan dan kebugaran otak kita. Karena tak hanya tubuh yang harus dijaga dan dipelihara kebugarannya, otak pun membutuhkannya.
Buku ini juga telah menghasilkan sebuah sintesis yang sangat penting—tentang seluk-beluk otak—dengan menggunakan metode neurobik (berdasarkan ilmu pengetahuan yang pasti), tujuannya tak lain hanya untuk memberikan jalan (baca: cara) agar kita bisa menjaga dan mempertahankan kebugaran otak dan mintal kita, meski dalam usia tua (lansia). Hanya dengan melatih 83 jenis saraf kita, kini para orang tua dan lansia bisa benar-benar menjadi “Lebih tua itu lebih bijak”.
Mulai sekarang, ayo kita benahi diri dengan keyainan baru bahwa kita bisa melakukan apa aja dengan otak kita yang super canggih, dengan menggunaka metode neurobik ini. Satukan antara keyakinan keyakinan dan keinginana dalam satu tujuan, agar kita bisa menfungsikan kemampuan kemampuan otak kita dengan maksimal. Ayo kita olah dan simpan data sebanyak-banyaknya dalam otak kita. Otak kita dengan segala kemampuan yang ia miliki tidak akan pernah kekurangan tempat untuk menampung data-data atau file-file yang kita simpan. Selain itu, kita tak usah takut data dan file itu akan terkena firus.
Dengan bahasa yang sederhana serta contoh yang sangat mudah—yang diambil dari kegiatan kegiatan sehari-hari—menjadikan buku ini mudah dipahami tanpa harus membuat “kriting” rambut dan otak kita. Buku ini juga sangat cocok di konsumsi oleh setiap kalangan, baik oleh remaja ataupun dewasa. 
Mulai sekarang tak perlu takut pikun—meski usia sidah lanjut—jika ingin “membuka” memori dan “mengambil” file yang telah kita simpan di “komputer” kita, tak perlu mengklik kanan, plih properties folder yang kamu inginkan dan klik file-nya untuk membuka nya. Cukup ingat maka semuanya akan teringat, cukup berpikir maka semua akan terpikir tanpa harus menginstal soft ware baru untuk mengenal file yang ingin kamu proses. Semua data akan ter-save aman tanpa takut terserang virus. Listrik padam nggak masalah, dihidupkan kapan saja boleh. Hanya satu yang perlu kita ingat; lakukan latihan neurobik untuk meng-instal dan mer-refresh “komputer” kita. Jadi, bagi kamu-kamu yang gak pengen pikun, rugi banget kalo’ sampe’ nggak baca buku ini. Wallahu a’lam.

0 komentar:

Posting Komentar